INDOJAMBI.ID – Polemik soal nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merlung yang menggunakan nama orang tua mantan Bupati Safrial kembali mencuat.
Menanggapi polemik yang terus berkembang, Safrial mantan orang nomor satu di Tanjab Barat ini akhirnya bersuara. Menurutnya, banyak hal yang lebih penting dipikirkan untuk Tanjab Barat ketimbang hanya mempersoalkan nama RSUD Merlung tersebut.
Melansir dari halosumatra.com, Safrial menyinggung pihak yang nyuruh ganti nama tersebut sudah berbuat apa untuk Tanjab Barat.
“Apa tidak ada pekerjaan lain yang jauh lebih penting, kemudian yang nyuruh ganti nama itu dia sudah berbuat apa untuk Tanjabbar, setahu saya dia tidak pernah berbuat untuk Tanjabbar,” kata Safrial, Senin (9/5).
Dikatakan mantan Dosen Unja ini, bahwa pemberian nama Suryah Khairuddin adalah atas dasar permintaan masyarakat Merlung. “ Bukan keinginan saya. Saya kira banyak hal yang lebih penting yang harus dipikirkan Pemkab Tanjabbar, dari pada sekedar mempersoalkan nama rumah sakit,” tukas Safrial.
Sebelumnya, Kamal Firdaus, Tokoh Masyarakat Merlung yang juga mantan guru besar UGM ini mendesak Pemerintah untuk segera mengganti nama RSUD Suryah Khairuddin karena dinilai tidak ada relevansinya menggunakan nama tersebut.
Menurut Kamal Firdaus, pemberian nama Suryah Khairuddin sangat kental nepotisme di era pemerintahan Bupati Safrial pada masa itu. Bagaimana tidak, “Suryah Khairuddin” adalah nama orang tua dari Safrial. Sementara RSUD dibangun dengan menggunakan anggaran APBD bukan menggunakan uang pribadi Safrial.
Disamping itu dikatakan Kamal Firdaus, pemberian nama tersebut juga tanpa ada persetujuan dari DPRD. “Suryah Khairuddin tak lain tak bukan adalah nama bapak kandung dari Safrial yang menjabat Bupati ketika itu. Beliau bukan Dokter dan bukan pula pejuang atau Pahlawan Kemerdekaan,” kata Kamal Firdaus, Sabtu (7/5). (Ame/Nik)