INDOJAMBI.ID, Kuala Tungkal – Rumah Abu Bakti Leluhur Yayasan Budi Luhur Kuala Tungkal yang berlokasi di Jalan Sri Soedewi, Parit Gompong, resmi berdiri dan mulai digunakan. Peresmian rumah abu tersebut berlangsung pada Jumat (21/8) dan dihadiri sejumlah tokoh serta masyarakat Tionghoa Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Keberadaan Rumah Abu Bakti Leluhur menjadi bagian penting bagi komunitas Tionghoa di Tanjung Jabung Barat sebagai tempat untuk mengenang dan memberikan penghormatan kepada para leluhur yang telah meninggal dunia.
Perwakilan Yayasan Budi Luhur, Jamal Darmawan Sie, mengatakan keberadaan rumah abu merupakan salah satu kebutuhan masyarakat Tionghoa, khususnya sebagai sarana bagi keluarga untuk mengenang jasa dan menghormati anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Menurutnya, pembangunan rumah abu tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, berkat kerja keras, kebersamaan dan kekompakan berbagai pihak, pembangunan akhirnya dapat diselesaikan hingga bisa digunakan.
“Pembangunan rumah abu ini bukan perkara mudah. Berkat kerja keras dan kekompakan, akhirnya rumah abu ini bisa diselesaikan dan digunakan,” ujar Jamal.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. M. Arsyad, menyampaikan ucapan selamat atas peresmian Rumah Abu Bakti Leluhur Yayasan Budi Luhur.
Ia berharap keberadaan rumah abu tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Tanjung Jabung Barat.
“Semoga rumah abu ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata H. M. Arsyad.
Peresmian Rumah Abu Bakti Leluhur turut dihadiri Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., Ketua Yayasan Budi Luhur Budi Hartono Kusuma, Camat Tungkal Ilir M. Efendi, jajaran Yayasan Budi Luhur serta masyarakat Tionghoa Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dengan berdirinya rumah abu tersebut, diharapkan tradisi penghormatan kepada leluhur dapat terus terjaga sekaligus memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dikenal memiliki keberagaman suku, agama dan budaya. (Ame)














