LIVE TV
Seorang Warga Desa Terjun Gajah Tanjab Barat Tewas Ditelan Ular Piton 5 Manfaat Tanggal tua yang Belum Anda Ketahui Inilah 6 Alasan Pentingnya Menggunakan Casing HP Mengenaskan, Seorang Wanita di Kuala Tungkal Dibunuh Tetangganya Saat Sholat Jum’at, Kebakaran Landa Pemukiman di Tungkal Harapan

Home / Berita

Selasa, 10 Maret 2020 - 17:01 WIB

Pelaku Penyerang Kepsek SMU 10 Tanjab Barat Diketahui Miliki Dua Buah Senpi dan Positif Narkoba

Indo Jambi – Kepolisian Polres Tanjung Jabung Barat berhasil mengamankan dua buah senjata api ilegal dari tangan tersangka BM yang merupakan pelaku penyerangan seorang Kepala Sekolah SMU 10 Tanjab Barat, Senin (09/03).

Dua pucuk senjata api ilegal yang berhasil diamankan tersebut adalah satu senjata api rakitan dan satu senjata jenis air softgun. Kedua senjata tersebut ditemukan di kediamannya di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung, Kabupaten TanjungJabung Barat.

Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Guntur Saputro, S.IK, MH membeberkan pengungkapan kepemilikan senpi ilegal ini berawal dari pengungkapan kasus penganiayaan yang dilakukan BM terhadap Kepsek SMU 10 Tanjab Barat.

“Senjata api ini sempat dibawa pelaku BM saat mendatangi Kepsek SMAN 10 melalukan penganiayaan dan ancaman beberapa waktu lalu,” ungkap Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, S.IK, MH kepada awak media di Mapolres, Selasa (10/03).

BACA JUGA  Dalam Rangka Evaluasi Zona Integritas Polri Tahun 2020, Kapolres Tanjab Barat Zoom Meeting dengan Tim Kemenpan RB

Selain air shoftgun dan senjata api rakitan, petugas juga menemukan satu butir amunisi aktif saat penggeledahan. Disamping itu, ditemukan juga beberapa alat untuk mengkonsumsi narkoba.

“Kita lakukan tes unrine, hasilnya pelaku positif mengandung narkoba methametamine jenis sabu-sabu, artinya hasil tes urine tersebut selaras dengan barang bukti yang ditemukan,” ujar Kapolres.

Menurutnya, saat ini penyidik kepolisian masih terus mendalami bagaimana BM bisa mendapatkan senjata api ilegal tersebut.

“Hasil pemeriksaan sementara semuanya tidak berizin, makannya kita sedang melakukan pendalaman bagaimana cara dia mendapatkannya,” kata AKBP Guntur Saputro.

Diterangkan oleh Kapolres bahwa dari pengakuan BM, ia mengaku menggunakan senjata tersebut hanya untuk jaga diri saja.

BACA JUGA  Terkait Sengketa Lahan Teluk Nilau, Dewan Tuding Pemkab Tanjab Barat Cenderung Berpihak ke Perusahaan

“Dia cuma memakai senjata itu untuk jaga diri kala membawa mobil logging, tapi ya kita masih dalami,” ujar Guntur.

Sebagaimana diketahui, kasus ini berawal dari adanya laporan Kepala sekolah SMU 10 Tanjung Jabung Barat yang menerima perlakuan penganiayaan dan ancaman dari BM pada 4 Maret yang lalu. Dimana pada saat itu pelaku mendatangi kepsek di sekolah yang tak terima atas perlakuan kepsek yang menyita hand phone anaknya. Tidak tahu pemasalahan sebenarnya, pelaku mendatangi untuk mencari kepsek  SMU 10 tempat dimana anaknya tersebut bersekolah. BM langsung marah-marah hingga melakukan tindakan kekerasan dan pengancaman terhadap kepsek.(Ame/Angah)
 

Share :

Baca Juga

Bupati

Selama Ramadhan Rumah Dinas Bupati Tanjab Barat Adakan Pengajian

Berita

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al Jailani di Kualatungkal

Berita

Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat Hadiri Peringatan Nuzul Qur’an di Masjid Raya Kuala Tungkal

Berita

Bupati bersama Unsur Forkopimda Jajal Olahraga Panahan

Berita

Acara Two Days Coffee Resmi Dibuka Bupati Anwar Sadat

Berita

Pilkada Tanjab Barat, Anwar Sadat-Hairan Unggul di Sebelas Kecamatan

Berita

13 Rumah di Kawasan Parit 1 Kuala Tungkal Hangus Dilalap Api

Berita

Reses di Kecamatan Tebing Tinggi, Anggota Dewan Nova Anggun Sari Serap Aspirasi Masyarakat