LIVE TV
Manager PLN ULP Kuala Tungkal Berganti, Mandala Putra: Saya mohon pamit dan undur diri PUTIN Rilis Survei Pilkada di Tanjab Barat 2024, Anwar Sadat Jauh Unggul Simak Spesifikasi Samsung Galaxy A54 Secara Lengkap! Digitalic: SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis Seorang Warga Desa Terjun Gajah Tanjab Barat Tewas Ditelan Ular Piton

Home / Berita

Jumat, 26 November 2021 - 20:23 WIB

SKK Migas Diminta Transfaran, Wabub Hairan: Dari 200 Lebih Titik Sumur yang Produktif Berapa?

INDOJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan ikuti dan berdiskusi dengan PT QIS Indonesia Sejahtera ( QComm ) yang sedang melakukan studi independen dari SKK Migas secra virtual di ruang rapat Wakil Bupati Tanjabbarat, Jumat (26/11).

Wakil Bupati turut didampingi, Kepala Bappeda Ir. H. Firdaus Khatab MM dan Kabag SDA Suparti.

Dalam diskusi, Hairan mengatakan sebagai salah satu daerah penghasil Migas, Pemkab Tanjab Barat meminta adanya transparansi serta insentif khusus bagi daerah penghasil Migas dari SKK Migas.

“Dari 200 lebih titik sumur yang produktif berapa? yang tidak menghasilkan berapa? hasilnya berapa sebulan? yang distok berapa? data detail itu yang sampai sekarang kami tidak ada,” sentil Wabup saat diskusi.

BACA JUGA  Wabub Tanjab Barat Pantau Langsung Vaksinasi Masal Tahap 2

Jika hal tersebut tidak transparan, menurut Hairan daerah penghasil Migas seperti Tanjab Barat tidak ada bedanya dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas.

“Terus apa untungnya kami sebagai penghasil Migas jika kami tidak menikmati hasil. Jangan sampai seperti pepatah bagaikan ayam mati di lumbung padi berlaku untuk Tanjab Barat,” ujarnya.

Hairan juga menuntut agar insentif untuk Tanjab Barat dibedakan dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas. “Kami penghasil migas harus ada perbedaan dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas, selain itu tenaga kerja lokal juga wajib dijadikan pertimbangan,“ bebernya.

Antara SKK Migas dan Pemkab Tanjab Barat, ujar Hairan, harus ada juri atau wasit dari Kementrian ESDM. “Minimal Dirjen jika ada kesalahan ada yang menyetop atau menegur, saat ini kan kami kekanan, SKK Migas ke kiri memang harus ada wasitnya,” tegasnya.

BACA JUGA  13 Peserta Meriahkan Arakan Sahur Ramadhan 2023, Penonton Tumpah Ruah

Sementara Kepala Bapeda Firdaus Khatab soroti perihal komunikasi antara Pemkab Tanjab Barat dan pihak SKK Migas yang selama ini terjadi.
“Selama ini kami merasa dipersulit dari hal komunikasi. Anehnya saat ini kami merupakan penghasil Migas terbesar di Provinsi Jambi, akan tetapi masyarakat kami susah dapat Gas,” imbuhnya.

Kabag SDA Suparti mengungkapkan peran SKK Migas di Tanjab Barat yang masih dinilai minim.

“Kewenangan SKK Migas tidak ada di Kabupaten, bahkan saat terjadinya pencemaran lingkungan dan konflik, SKK Migas terkesan bungkam,” tukasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Dana Hibah Tak Kunjung Cair, Operasional KONI dan Kegiatan Cabang Olahraga Terhambat

Berita

Nobar bersama Warga, Anwar Sadat: Alhamdulillah Timnas U-19 Juara

Berita

Dokter Spesialis RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Mengakhiri Aksi Mogok Setelah Bupati dan Wabub Turun Tangan

Berita

Kompaknya Anwar Sadat dan Katamso, Ajak Istri Jalan – jalan ke Objek Wisata Kelapa Mangrove

Berita

Wabub Hairan Pimpinan Rapat Evaluasi Perizinan PT RAAL dan PT PMJ

Berita

Bupati dan Wabub Tanjab Barat Cek Kehadiran Pegawai Pasca Libur Hari Raya

Berita

Bupati Tanjab Barat Resmikan Pembangunan Asrama Tiga Pondok Pesantren

Berita

Bupati Tanjab Barat Apresiasi Pemandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap Rancangan Perda