SKK Migas Diminta Transfaran, Wabub Hairan: Dari 200 Lebih Titik Sumur yang Produktif Berapa?

- Editor

Jumat, 26 November 2021 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDOJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan ikuti dan berdiskusi dengan PT QIS Indonesia Sejahtera ( QComm ) yang sedang melakukan studi independen dari SKK Migas secra virtual di ruang rapat Wakil Bupati Tanjabbarat, Jumat (26/11).

Wakil Bupati turut didampingi, Kepala Bappeda Ir. H. Firdaus Khatab MM dan Kabag SDA Suparti.

Dalam diskusi, Hairan mengatakan sebagai salah satu daerah penghasil Migas, Pemkab Tanjab Barat meminta adanya transparansi serta insentif khusus bagi daerah penghasil Migas dari SKK Migas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari 200 lebih titik sumur yang produktif berapa? yang tidak menghasilkan berapa? hasilnya berapa sebulan? yang distok berapa? data detail itu yang sampai sekarang kami tidak ada,” sentil Wabup saat diskusi.

Jika hal tersebut tidak transparan, menurut Hairan daerah penghasil Migas seperti Tanjab Barat tidak ada bedanya dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas.

“Terus apa untungnya kami sebagai penghasil Migas jika kami tidak menikmati hasil. Jangan sampai seperti pepatah bagaikan ayam mati di lumbung padi berlaku untuk Tanjab Barat,” ujarnya.

Hairan juga menuntut agar insentif untuk Tanjab Barat dibedakan dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas. “Kami penghasil migas harus ada perbedaan dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas, selain itu tenaga kerja lokal juga wajib dijadikan pertimbangan,“ bebernya.

Antara SKK Migas dan Pemkab Tanjab Barat, ujar Hairan, harus ada juri atau wasit dari Kementrian ESDM. “Minimal Dirjen jika ada kesalahan ada yang menyetop atau menegur, saat ini kan kami kekanan, SKK Migas ke kiri memang harus ada wasitnya,” tegasnya.

Sementara Kepala Bapeda Firdaus Khatab soroti perihal komunikasi antara Pemkab Tanjab Barat dan pihak SKK Migas yang selama ini terjadi.
“Selama ini kami merasa dipersulit dari hal komunikasi. Anehnya saat ini kami merupakan penghasil Migas terbesar di Provinsi Jambi, akan tetapi masyarakat kami susah dapat Gas,” imbuhnya.

Kabag SDA Suparti mengungkapkan peran SKK Migas di Tanjab Barat yang masih dinilai minim.

“Kewenangan SKK Migas tidak ada di Kabupaten, bahkan saat terjadinya pencemaran lingkungan dan konflik, SKK Migas terkesan bungkam,” tukasnya. (*)

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Dinkes Tanjab Barat Sediakan Rumah Oksigen
Kabut Asap Kian Pekat, SMSI bersama Dinkes Tanjab Barat Bergerak Bagikan Masker
Nelayan Tanjab Barat Dapat Pelatihan Pelapisan Fiber dan Perbaikan Kapal dari Dinas Perikanan
Rumah Abu Bakti Leluhur Yayasan Budi Luhur Resmi Berdiri dan Digunakan
HUT Bhayangkara ke-80, Ditpolairud Polda Jambi Tanam 2000 Mangrove di Pesisir Kuala Tungkal
Hadiah Jutaan, Turnamen Domino TS Sukses Digelar
Menjelang Akhir Tahun, DPD PAN Tanjab Barat Berbagi Bersama Anak Yatim
DPD PAN Tanjab Barat Gelar Workshop Literasi Politik
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Dinkes Tanjab Barat Sediakan Rumah Oksigen

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Kabut Asap Kian Pekat, SMSI bersama Dinkes Tanjab Barat Bergerak Bagikan Masker

Selasa, 22 September 2026 - 15:42 WIB

Nelayan Tanjab Barat Dapat Pelatihan Pelapisan Fiber dan Perbaikan Kapal dari Dinas Perikanan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Rumah Abu Bakti Leluhur Yayasan Budi Luhur Resmi Berdiri dan Digunakan

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:17 WIB

Hadiah Jutaan, Turnamen Domino TS Sukses Digelar

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:20 WIB

Menjelang Akhir Tahun, DPD PAN Tanjab Barat Berbagi Bersama Anak Yatim

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:25 WIB

DPD PAN Tanjab Barat Gelar Workshop Literasi Politik

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:53 WIB

Bupati Anwar Sadat Serahkan 59 Motor Baru untuk Da’i Desa Siap Gaspol

Berita Terbaru