LIVE TV
Inilah 6 Alasan Pentingnya Menggunakan Casing HP Mengenaskan, Seorang Wanita di Kuala Tungkal Dibunuh Tetangganya Saat Sholat Jum’at, Kebakaran Landa Pemukiman di Tungkal Harapan Jangan Buru-Buru, ini Tanda Laptop Kamu Harus Ganti! Argentina Juara Copa Amerika Setelah Tundukkan Brazil di Final

Home / Berita

Jumat, 26 November 2021 - 20:23 WIB

SKK Migas Diminta Transfaran, Wabub Hairan: Dari 200 Lebih Titik Sumur yang Produktif Berapa?

INDOJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan ikuti dan berdiskusi dengan PT QIS Indonesia Sejahtera ( QComm ) yang sedang melakukan studi independen dari SKK Migas secra virtual di ruang rapat Wakil Bupati Tanjabbarat, Jumat (26/11).

Wakil Bupati turut didampingi, Kepala Bappeda Ir. H. Firdaus Khatab MM dan Kabag SDA Suparti.

Dalam diskusi, Hairan mengatakan sebagai salah satu daerah penghasil Migas, Pemkab Tanjab Barat meminta adanya transparansi serta insentif khusus bagi daerah penghasil Migas dari SKK Migas.

“Dari 200 lebih titik sumur yang produktif berapa? yang tidak menghasilkan berapa? hasilnya berapa sebulan? yang distok berapa? data detail itu yang sampai sekarang kami tidak ada,” sentil Wabup saat diskusi.

BACA JUGA  Waduh, Ratusan Kendaraan Dinas OPD Kabupaten Tanjabbar Belum Bayar Pajak

Jika hal tersebut tidak transparan, menurut Hairan daerah penghasil Migas seperti Tanjab Barat tidak ada bedanya dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas.

“Terus apa untungnya kami sebagai penghasil Migas jika kami tidak menikmati hasil. Jangan sampai seperti pepatah bagaikan ayam mati di lumbung padi berlaku untuk Tanjab Barat,” ujarnya.

Hairan juga menuntut agar insentif untuk Tanjab Barat dibedakan dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas. “Kami penghasil migas harus ada perbedaan dengan Daerah yang tidak menghasilkan Migas, selain itu tenaga kerja lokal juga wajib dijadikan pertimbangan,“ bebernya.

Antara SKK Migas dan Pemkab Tanjab Barat, ujar Hairan, harus ada juri atau wasit dari Kementrian ESDM. “Minimal Dirjen jika ada kesalahan ada yang menyetop atau menegur, saat ini kan kami kekanan, SKK Migas ke kiri memang harus ada wasitnya,” tegasnya.

BACA JUGA  Walaupun itu Fakta, Membicarakan Keburukan Orang di Medsos Bisa Dijerat Hukum

Sementara Kepala Bapeda Firdaus Khatab soroti perihal komunikasi antara Pemkab Tanjab Barat dan pihak SKK Migas yang selama ini terjadi.
“Selama ini kami merasa dipersulit dari hal komunikasi. Anehnya saat ini kami merupakan penghasil Migas terbesar di Provinsi Jambi, akan tetapi masyarakat kami susah dapat Gas,” imbuhnya.

Kabag SDA Suparti mengungkapkan peran SKK Migas di Tanjab Barat yang masih dinilai minim.

“Kewenangan SKK Migas tidak ada di Kabupaten, bahkan saat terjadinya pencemaran lingkungan dan konflik, SKK Migas terkesan bungkam,” tukasnya. (*)

Share :

Baca Juga

IMG 20220116 WA0019

Berita

Susuri Area Mangrove Pangkal Babu, Bupati Anwar Sadat akan Garap Serius sebagai Ekowisata Andalan
IMG 20200922 104327

Berita

Partai Perindo Bagi – bagi Sembako dan Masker di Tanjab Barat
IMG 20210620 WA0060

Berita

Bupati Anwar Sadat Serahkan Bantuan untuk Warga Mendahara Tengah
IMG 20220311 095815

Berita

Media Massa Era Digital, Catatan Rapimda dan HUT ke 5 SMSI Provinsi Jambi
IMG 20210115 220746

Berita

Pengusaha H Permata Dikabarkan Tewas Ditembak
IMG 20220404 041956

Berita

Akun FB Palsu Catut Nama Bupati Anwar Sadat
IMG 20211021 WA0035

Berita

Kabupaten Tanjabbar Dapat Opini WTP, Bupati Minta OPD Percepat Penyerapan Anggaran
images 4 5

Berita

Snack Video Diblokir Atas Permintaan OJK